Kamis, 17 Mei 2012

Keribetan Menjelang Tes

Halo, akhirnya gue bisa ngepost lagi mwehehe
Anyway, such a tired day... fyuuuuh. Dan alhamdulillah gue lulus AFS chapter samarinda tahap 1 kemaren yey :D Bersama jasmine/Jambo, gilang, maya dan febi plus patrick untuk anak kelas gue :D sisanya ada tiga orang lain dari luar kelas gue :) dan gue ucapin selamat buat kak decky yang bentar lagi berangkat lol :3

Dan ini apa-aapaan kok situsnya belum bisa ngebuka formulir yang harus di print -_- gue sama teman-teman sudah sangat bete sekali argh -__- kenapa? karena rencanannya kita mau daftar ulang besok (Jum'at), dan lombanya itu (tes kedua) tepat hari minggunya. iye, H-4 bro -_-
Makanya itulah, padahal tinggal formulir aja lagi sama Map. Belom lagi ini begimana ke samarindanya kagak tau. Kayaknya sih carter lagi huhuhuh
Nah, gue rasa, gue harus mengakhiri tulisan cukup disini dulu (iye tumben gue pendek sekali nulisnya)

dan iya! Gue menemukan fic bagus lagi ehehe, gue membabat enampuluh chapternya dalam satu malam! Ini :D

Bubey!

***
ps : aku sayang kamu :D
Ayo lanjut bacanyaaa~ >> Keribetan Menjelang Tes

Selasa, 08 Mei 2012

8 Mei... Apaan?

Seperti yang sudah gue tuliskan sebagai judul di atas--oke, apaan sebenarnya ini?
Gue sebenarnya tidak tahu harus nulis apa di atas keyboad ini... Galau? Iya gue galau bro. banget. Perasaan tadi pagi enggak begini, kenapa sekarang malah begitu? -_-*pasang tampang bete*

Banyak faktor sih sebenarnya.... ngerasa dikacangin (emang dikacangin kali), ngerasa disia-siain. Dan apa ya? Gue masih memilih tetep di jalan ini.
For sure--it's soooooo sad. Gue nyadar kok, sia-sia banget. My feelings maybe---are misplaced. Hah. hah. Hah. *kayang*
Dan belom lagi ditambah stok lagu galau yang banyak tersebar dimana2. For sure it's disgusting :( ada juga rasa kangen dancintacintacinta yang ga kesampaian. Huhuh. :(

Padahal, harusnya---hari ini adalah hari yang spesial buat dia. Tapi, tentu saja gue ga ada di dalamnya. Iya, gue kan bukan siapa-siapanya.

Orz.

Ngedenger lagu galau berasa pengen bunuh diri aja. Tapi denger lagu hepi juga berasa pengen terjun dari lantai lima. orz orz orz...

Ah, sebenarnya apa sih yang gue pikirkan, sampai menelurkan tulisan tidak mutu ini? *nyadar*

Seharusnya gue tahu, ada orang yang bersedia menunggu gue. Tapi gue tetaptetaptetap selama 8 bulan terakhir ini terus menunggu dan menunggu orang lain yang entah bisa apa enggak gue gapai. Alasannya sangat simpel, gue masih sayang sama orang yang ulangtahun hari ini. Dan gue masih terjebak dalam kenangan dimana kita masih bersama. How sad it is. Gue tidak pernah tahu mantera apa yang dia ucapkan sampai membuat gue seperti ini. Seingat gue, gue tidak pernah pacaran, terus putus dan sampe kayak begini---waktu dulu. Apa mungkin karena kenangan yang dia tinggal ya? Gue takut---kehilangan dia itu menyakitkan. orz.

Apa ini ya rasanya diputusin sepihak dan menyayangi sepihak? Gue baru tahu hal itu begitu menyebalkan, begitu menyakitkan, begitu mengesalkan. Gue tidak pernah mengerti pula---kenapa dia jadi seperti itu.

Tidak, gue tidak menangis, tapi ada rasa sedih tersendiri saat luapan kesedihan yang asin itu menyapa bibir gue. Luapan yang asin cuma kerasa saat semuanya di dramatisir secara berlebihan di dalam diri gue, dan gue tidak menyangkalnya--still love him, yeah!

still i miss days with you, i can't look into your face---oh feeling blue and looking back again. please comeback to me... (Release My Soul-Mika Kobayashi)

iya, rasanya seolah lagu itu nyata sekali orz.

Gue ini sensitif banget orangnya, cepet nangis, gue ngga cantik, gue biasa-biasa aja dengan kacamata bingkai tebal dan rambut panjang sepinggang. Tapi gue merasa sempurna dengan dia. Sayangnya, dia yang sekarang itu cuma kenangan yang tersisa aja, dengan kata lain---kesempurnaan itu semu banget.
Mungkin bener ya apa kata orang--dan yang gue pikirkan. Sayang banget, karena sesungguhnya kesempurnaan itu ngga pernah berumur panjang, Iya, tidak ada yang namanya sempurna di dunia ini, kalaupun ada, umurnya mentok-mentok seperti bayi baru lahir, dan di detik kelima dalam hidupnya, dia berhenti menangis karena takut untuk menatap dunia. Terlalu sebentar untuk disebut sebagai keberadaan yang membahagiakan.

Gue selalu berdoa, berdoa dan berdoa. Gue tidak tau tapi gue selalu berharap. Gue benci kenyataan yang dihadapkan dimana gue harus---tralala banget menghadapi semuanya. Seolah lemah banget. Padahal nggak seharusnya gue begini. Nggak mungkin banget.
Tapi itu terjadi.

Apaan lagi nih yang bakal gue tulis? Sumpah nggak jelas banget. Nggak mutu banget. Ngga bakal mau kali dibaca sama orang lain -_-

Ah, daripada gue sebel udahan ah... Ntar galaunya berkelanjutan...

Oia, untuk Meinaldi Nainggolan, selamat ulangtahun ke-16 ya :') keeping this feeling until now, just for you, hope you realize it, dear...

Bahkan selalu aku tulis di blog ini setiap akhir postingku. Selalu buat kamu :)
Iya, aku sayang kamu kok. Tenang aja :) aku selalu sayang kamu, meski berkali-kali kamu ngga ngeliat ke arahku. Meski berkali-kali seolah kita ngga saling kenal. Aku sayang kamu kok :) aku nggak harap kamu kembali (maaf gue pengen lo balik kesini, gue pengen, gue masih sayang sama lo) tapi kamu anggap aku ada aja itu udah cukup (nggak, gue bohong. tolong kembali kesini. ya? gue mau lo selalu ada di sebelah gue!)

Iya, aku sayang kamu, Nal. Selamat ulangtahun ya. :'''')
Ayo lanjut bacanyaaa~ >> 8 Mei... Apaan?

Euthanasia Another Phase


Ah, ruangan sialan ini. Kenapa dia masih rela menginjakkan kakinya di sini?

Fitria tidak pernah suka dengan ruangan ini. Tidak dengan dinding yang dipoles cat biru muda; tidak dengan komik-komik yang bertebaran di atas kasur; dengan kabel-kabel yang mewarnai sudut meja; dengan jaket-jaket dan topi-topi yang tergantung berantakkan di pojok kamar, tepat di depan poster gadis-gadis dua dimensi yang sedikit porno; dan tidak pula dengan kekosongan hampa yang dilemparkan tepat di depan wajahnya.

Ia tidak pula menyukai kemeja hitam, merah, maupun biru yang mendominasi lemari yang terpampang dengan pintu terbuka lebar. Tidak pula dengan figur-figur anime, laptop, flashdisk dan earphone-earphone yang berserakan di lantai dan hampir terjatuh dari meja.
Karena, semua ini—semuanya sangat menggambarkan Naldi.

Kaca yang separo retak karena terbanting, meja belajar yang berdiri tegak di tepat di sebelah lemari, buku-buku pelajaran yang berdebu (jelas sekali karena tidak pernah disentuh) namun tetap rapi, dan benda-benda lainnya yang malah terlihat seperti tak terurus—tergeletak tanpa aturan.

Beberapa earphone yang bentuknya bermacam-macam berceceran di lantai, bersama CD musik dan flashdisk aneka warna. Tidak lupa speaker kecil untuk PC yang berada dalam keadaan full volume. Seolah tak ada yang memiliki, mereka terdiam bisu, menunggu siapapun untuk menaruh mereka di tempat yang lebih pantas.
Tidak jauh dari tempat sebelumnya, berdiri sebuah meja yang diatasnya terdapat TV berukuran 21 inci, dengan kabel-kabel playstation, console, beserta kaset-kaset game (entah itu game PS ataupun game PC) sama seperti earphone, tergeletak tak karuan—tercecer di atas lantai.

Dan yang sangat menggambarkan kepribadian Naldi adalah ketika menatap kasurnya. Kasur yang tak kalah berantakkan. Dengan seprai tergulung dan tak terletak rapi seperti biasanya, selimut yang sudah bergeser jauh hingga ke pojok kasur, serta bantal yang hampir terjatuh dan tersebar asal; bercampur dengan komik-komik (yang nampaknya baru saja dibaca).

Entah di sisi luang manapun, tetap saja terlihat berantakkan karena barang-barang yang terletak secara asal dan tak keruan di dalam kamar berukuran tiga kali empat tersebut.

Ia akan mengomeli lelaki itu, karena membuatnya tidak tega untuk tidak membereskan kamar ini, dan membuat Fitria makin muak dengan tawa mengejek Naldi yang akan dikeluarkannya ketika ia berkata, “Ehehe, sorry, sorry. Aku lupa. Lain kali bersihkan kamarku lagi ya!
Memikirkannya saja sudah membuat Fitria ogah. Jikalau nanti bertemu Naldi, ia akan mencubit pipi pria itu sampai merah—

….nanti, kalau ia masih bisa bertemu dengan Naldi.


----
mau lanjutannya? bilang dong :p haha 


---
P.s : iya, aku selalu sayang kamu.. sayang banget sama kamu.
Ayo lanjut bacanyaaa~ >> Euthanasia Another Phase

Senin, 07 Mei 2012

A Birthday

Happy birthday, Hatsukoi!
Uh well, Oniichan... Happy birthday ne :)
Sorry my present isn't really good for you :) Love yaa :D

Ayo lanjut bacanyaaa~ >> A Birthday

Kamis, 03 Mei 2012

AFS Chapter Samarinda :p

Hello, akhirnya jumpa kembali sama gue setelah minggu-minggu galau ini datang dan pergi oh begitu sajaa~ #halah

Oia, gue sekarang lagi sibuk mempersiapkan diri untuk pensi tanggal 5 nanti. Doain yah :D
Dan, hari ini barusan aja gue ulangan PKn -___- yah hasilnya gue berserah diri sajalah, karena selagi gue asik belajar malamnya, gue mesti menyelesaikan tiga  halaman sisa web yang menjadi tugas TIK gue. Yah, wismilak aja deh. Haha.

Eh iya, gue bawa berita aja deh, kemaren hari minggu, gue dan teman-teman seperjuangan gue yang ikut AFS akhirnya mengikuti seleksi di samarinda juga ahaha. Tempatnya di MAN 2 Samarinda (Jl. Harmonika). Gila men, sekolahnya bagus amat! Trilingual(?), arab ada, english ada, indo ada. Ahaha. Bersih dan luas banget, itulah tanggapan gue pertama kali ketika memasuki sekolah ini. Oke, mari gue jelaskan bagaimana perjalanan gue dkk selama Seleksi, serta kehebohan-kehebohan yang gaje ini XD

1. Sore sebelum hari H kita udah pada ribut nyari carter mobil. Iye, berhubung kaga ada yang bisa nganter, akhirnya kita nyarter aja dah biar gampang. Eniwei, makasih buat Jambo yang udah ngedahuluin uang carterannya ya :* wkwkwk. Bapaknya baik banget dah, mau nungguin kita yang dari pagi ampe notabene jam 5 sore di samarinda :D
2. Pagi jam setengah enam, kita sudah pada ngumpul di rumah gue. Yap, masih gelap dan dingin. Tapi semuanya sudah ceria #halah wkwk, dan pagi itu akhirnya setelah kedatangan Febi yang agak telat, akhirnya kita berangkat juga pukul enam. Yup, going to smd.
3. Gue langsung minta doa. Ke temen, ke sahabat, ke virtual-family, sampe ke uhukmantanuhuk. Alhamdulillah kita selamat sampe tujuan, sekitar pukul 7 pagi kita udah nyampe (dan paling duluan -____-, sekolahnya masih sepi banget), gue mual, karena Om yang nyetirin itu masyaallah ngebut gara-gara ngira kita ngejar setoran takut telat gitu deh. Jadi otomatis sebenarnya itu salah kita juga -__- Dan pas disana agak lama, ketemu banyak orang, termasuk kak Decky yang nanti bakal ke Amerika ahaha
4. Ternyata, kita baru mulai seleksi jam setengah 9, jeng jeng jeng jeng. Iyak, mendingan telat gakpapa tho -_-. Eniwei pertamanya ngerasa kayak di MOS. Ho-oh, soalnya disuruh baris di lapangan dengan banyak orang yang tidak begitu banyak kita kenal. Eh, iya, gue juga reunian sama teman-teman gue yang pindah ke SMD loh, kayak si Adji sama Desya :D
5. Tes pertama diawali dengan  pengetahuan umum setelah kita dipecah-pecah ke berbagai kelas. Gue dapat ruang 9, ruang paling terakhir dan alamak, jadi inget MOS. Gue juga banyak dapat teman baru, dan sebelah gue namanya Garshinta yang cantik sekali dari bontang ehehe.  Oia, ada juga orang jepang yang pertukaran ke smd, namanya---Kenshiro. Wakakak. Pas pulang kita poto-poto tuh sama tu orang :D Sempet ngakak juga gara-gara kak yudhis dan nasir-sensei (dua orang yang jaga kelas gue, keluar masuk sih sebenarnya) yang sedikit ngejelek-jelekin kenshiro :p tapi kan becandaan aja hehehe. Oia, waktu tes kedua itu, hapenya sensei bunyi, lagunya original soundtracknya Angel Beats! Gue pengen nyanyi, tapi ga enak ._.
6. Tes kedua tentang bahasa inggris. gue pribadi ngerasa agak kesulitan pas bagian grammar. Sama vocab sih. Tapi soalnya jauh lebih sedikit dari sebelumnya. Jadi ya sudahlah(?). IStirahat di kedua tes, gue banyak berkenalan dengan anak-anak baru yang sebenarnya tidak benar-benar gue ingat namanya, tapi gue senang kenal sama mereka! :D Ahaha, beneran deh, mereka cantik-cantik, ganteng-ganteng, terus baik-baik. Jadi pengen ketemu terus u.u (jangan pede nih ya :p) wkwk. Eniwei, kita kenalan-kenalan ini juga disertai banyak alasan wkwk, apalagi waktu Nasir-sensei bilang, "Semoga yang mau menjalin silaturahmi dengan teman-teman barunya bakal lulus seleksi ini." Dengan amin yang menggema(?) kita go semua pergi ke koridor-koridor buat seru-seruan ahaha, dan gue suka sekali karena jadi bikin kenal banyak orang :D
7. Tes selanjutnya diisi dengan mengarang, favorit gue sih ahaha.
8. Setelah itu, kita keluar kelas, tapi ngga pulang dulu, soalnya ada sesi foto bareng dan salaman. Salamannya seru banget, kayak salaman orang di mesjid tuh, yang kalau sudah salaman, terus kita berdiri di sebelah orang yang kita salamin terus kita nyalamin orang lain (iye, gue tau kalimatnya susah dibaca dan dipahami). Tigaratus orang bo, asoy, wkwkw. Terus foto-foto bareng sebelum akhirnya pulang ke tempat masing-masing :D

Eh iya, gue sama sekali lupa minta alamat email/fb/twitter mereka-mereka nih u,u temen-temen yang ngerasa ketemu gue ayok kita menjalin silaturahmi :D

Oia, setelah serangkaian kegiatan di atas, kita ngga bener-bener langsung pulang, nyempetin makan dulu. Sebenarnya pertama mau makan di resto atau warung, tapi berhubung warung yang kita tuju tersebut kehabisan bahan makanan, kita langsung beralih. Eh iya, disini Om Fahri ikut pulang sama kita lho, soalnya dia kan liburan sama anak padus, bareng mbak Put (kakaknya temen gue), tapi mbak put lebih memilih pulang bersama adeknya yang juga ikut AFS. Jadi alhasil om fahri ikut kita. DI tengah jalan, eh, STNK nya mba put ketinggalan dan pada akhirnya kami menuju robinson mall dan makan disana -___-
umm, sempet macet juga sih pas pulang (soalnya, pas itu juga Mitra Kukar lagi tanding di Stadion Aji Imbut). Uang gue raib 30 rb entah dimana -___- #tawagaring

Dan... yah, untuk keberhasilan, mari kita berdoa sama-sama aja *nundukin kepala*

Pulang-pulang sampe rumah sekitar jam 8. Dan semuanya pada ngumpul di ruang tamu gue ngebahas hutang (iya, soalnya kebiasaan kalau lagi bareng ya ada yang nombokin), dan gue nombokin makanan, jadi ya mereka pada bayar ke gue muhahaha *plak* terus pada istirahat sambil minum teh dulu, mengingat kita seharian udah di tempat yang beda banget dari Tenggarong. Dan asik+capek+seru banget dah. Setelah jam 9 kurang, baru deh pada pulang semua anak-anak. Dan besoknya sekolaaaah -___-

Gue pribadi langsung sms seseorang ngabarin gue udah pulang meski yah---engga dibales sih ahahaha *facepalm*

Dan begitulah. kisah gaje kami semua wkwkwk.
Oia, sekarang gue lagi di Lab. Wishmeluck aja ya :D Dan doain pensi sama hasil-hasil ulangan, serta hasil seleksi kita-kita :D

Gue mau ketemu mereka lagi! Temen-temen dari berbagai tempat! :D

----
Oia, ini sepotong puisi gue yang akan gue baca di pensi nanti :
jika ada kata yang tak sampai pada dengarmu, maka ada secercah harapku untuk menyampaikannya di telingamu
dalam rindu, kaulah candu
karena aku tak tahu, adakah aku sampai di hatimu~

wkwkw, galaaaaaau~

---
Udahan deh, see you in the next time! Ini foto-foto lainnya, selamat menikmati :D

























---

P.S : Nal, aku sayang kamu :D Kangen banget tau sama kamu :'D (yah meski aku tau kecil kemungkinan kamu inget sama aku :'D) Pokoknya aku sayang kamu :D

Ayo lanjut bacanyaaa~ >> AFS Chapter Samarinda :p

Jumat, 27 April 2012

Lacie's Quote

Anyway, hello there... Gue nulis lagi di tengah malam yang sunyi ini... dan jujur gue lagi galau amatan -_- gegara baca Pandora Hearts retrace 72 mameeeeeen gilaaaaaaa, galaaaaaau, unstable T_T <- dia labil
pas disini :
"..no longer to being able to be by your side... would be so lonely.."- Lacie

kerasa banget sedihnya disitu... ORZ ;____; belum lagi gue masih terbawa-bawa kenangan sama seorang makhluk disana, jadinya perasaan langsung sedih gimana gitu. Karena gue ngerasain banget lonely-nya Lacie T_T
Aaaaaa, mau bilang apa lagi ya.. Pokoknya perasaan gue sekarang asli campur aduk, antara sedih-kesal-rindu-dan-cinta yang gak kesampaian ini orz---AAAA #diagalau

Trus pas Glen bilang : "When you're gone, i'll be lonely without you."
GRAWR----kenapa harus glen yang bilang, kenapa gak asdfghjklkjh itu yang bilang?! #lho
Lacie, aku iri sama dirimuuuuu


Ditambah hujan ini, kegalauan gue makin menjadi. Apalagi ngeliatin jejaring sosial gue yang ada foto berdua, ada nama dia. It's so suck, want to go away---but i cannot. Gue---masih sayang sama dia. Selalu. Setiap ingat yang angsty begini---gue akan selalu teringat. Karena---katakanlah, dia sudah menaruh semuanya di satu wadah yang dia simpan di kedalaman sampe ga bisa diambil kembali---malah sudah jadi satu dengan apa yang gue sebut sebagai hati. #ealah

Ah udah ah, ntar malah nangis ujung-ujungnya. ;________;

maaf jadinya curcol begini.

**

p.s : Nal, aku sayang kamu.
Ayo lanjut bacanyaaa~ >> Lacie's Quote

Side Story:Another Phase of Euthanasia

Well, tau euthanasia? Itu sejenis obat yang bisa bikin mati tenang itu loh. Dan---ini original fic gue. Sebenarnya, ini side story-nya aja. Yang asli? Yang mau baca dah baru gue kasih -_-" gue malu soalnya..

Otanoshimini kudasai :)










---

Katakanlah, ketika matamu tertutup dan aku sudah pergi jauh. Aku masih mengharap agar bisa memperhatikanmu dari atas langit, dari balik bintang yang berpijar menyilaukan pandanganmu—bahkan sampai sekarangpun, aku masih mengharapkannya. Masih.
…sekalipun kau takkan mengetahuiku—atau bahkan sekedar memikirkanku.
.
.
Side Story : Another Phase Of Euthanasia
By Fitria-lyss di Fideline
.
Akiko menarik nafas dalam-dalam, kala telinganya mendengar berita itu—seperti suara iblis yang menggema, menggedor-gedor gendang telinganya yang hampa. Lalu, dalam hitungan sekon yang tak dapat diungkap dalam kata maupun suara, nafasnya tertahan.

….dan ia merasa dunianya menjadi luas. Terlalu luas. Sangat luas, untuk dirinya seorang diri.
.
.
Laki-laki itu menarik nafas, menatap sepasang mata di hadapan dengan kilatan tak terdefinisi. Gadis itu hanya bisa menatap balik, membalas mata dengan mata—berusaha membaca arti dua buah mata tepat di depan wajahnya.
Jarak bentang itu tidaklah besar. Hanya senti-senti yang masih bisa terhitung oleh sebelah tangan. Dahi-dahi mereka menempel, dan bisik-bisik—katakanlah sonata nafas yang menderu, mewarnai atmosfir.
Lampu masihlah remang-remang terlelap, punggung-punggung bertahan pada senderan kasur yang terasa begitu nyaman, ruangan berantakan dan dinding yang terkelupas menonton dengan bisu.

Di sana, Akiko menutup matanya—menyembunyikan rona merah yang terpantul dari kedua pipinya yang berisi. Dan nafas Toirumi mewarnainya, seolah memberi uap panas yang membuatnya menguap seperti butiran-butiran embun pada pagi hari. Dari sanalah segalanya bermula, dan hentak nafas lelaki itu mengurai segalanya.
Anata no koto ga suki da yo.”
Watashi mo.”
Pada akhirnya, setelah kata-kata yang mengubur ketegangan, kedua tangan Toirumi bertaut hangat menahan kedua tangan milik gadis di hadapannya. Ia menatap mata dengan sinar-sinar yang hanya memantulkan dirinya—sebelum ia menutup matanya dan memulai lebih jauh lagi. Bulu matanya membelai wajah Akiko—membuatnya rona merah dan detak jantung saling berirama dan mengisi.
Dan lalu, jarak terputus. Kontak mata tak lagi bersatu, dan Akiko bisa merasakan nafas Toirumi menguar di sekitar wajah dan matanya. Pagutan tak terputus itu begitu lembut, begitu hangat, dan ia bisa merasakan detak jantung dan irama nafas mereka menyatu dalam keheningan panjang tiada akhir.
Kedua tangan lelaki itu mencapai leher Akiko, lalu menuju—membelai rambut panjang itu dengan perlahan. Dan lalu kesepuluh jemari Toirumi mencapai kedua pipi Akiko (yang terasa begitu empuk dan menggoda). Ia menjauhkan wajahnya sedikit—melepaskan ciuman hangat mereka yang sebentar (dengan setengah tidak rela—tentu saja). Dahi mereka masih menempel satu sama lain. Keduanya terasa panas. Lalu kedua pasang mata itu saling adu tatap dalam atmosfir yang entah kenapa kembali mendadak tegang.
Kemudian, sepersekian detik lamanya—Akiko bisa merasakan Toirumi menjatuhkan kepalanya di bahunya. Mendorong tubuhnya hingga menyentuh lantai. Namun, suara nafas tertahan Toirumi kali itu yang terdengar—hanya itu.
“…nani suru n da yo?” klausa dalam Bahasa Jepang itu terucap dari bibir Akiko. Kebiasaan berbicara dalam bahasa asing yang satu ini sudah menjadi bumbu-bumbu percakapan mereka sehari-hari. Tujuannya hanyalah agar orang-orang tidak memahami apa yang ingin mereka bicarakan secara pribadi entah di tempat ramai sekalipun. Sungguh pilihan yang cerdas—tentu saja ini tidak akan mereka lakukan apabila ada di depan sensei yang mengajari mereka bahasa Jepang.
Nandemo naidemo—aishitekurete arigatou.”
Toirumi tidak mengangkat wajahnya yang kini berada dalam dada Akiko. Kedua tangannya menahan tangan yang lain agar tak bergerak memberontak lebih jauh. Harus gadis itu akui, lelaki itu punya tenaga luar biasa.
Dengan posisi seperti itu—Akiko selalu bersyukur untuk pintu yang senantiasa terkunci.
Watashi mo, Toirumi…
Lalu Toirumi mengangkat wajahnya dan membiarkan Akiko tertawa geli melihat pipi putihnya yang merah seperti kepiting asap.
Pukul setengah sembilan malam saat itu adalah waktu lain yang mereka pergunakan untuk sejenak menghentikan kegiatan konyol mereka (katakanlah—adu teriak, lemparan buku, dan sebagainya) yang begitu asing untuk sepasang bunga mekar.
(—sejak kapan kalian lupa kalau mereka sepasang kekasih?)
“…u-uh… hazukashii.”
“Kau kan memang memalukan,” Akiko berujar tanpa merasa bersalah sedikitpun.
“…biar saja. Biarpun begitu kau tetap menyukainya, ‘kan?”
Tentu saja.”
Toirumi tertawa canggung sementara Akiko mengalihkan pandangannya dari hamparan cokelat kristal milik pria di hadapannya.
Akiko hanya menyambung, “Lepaskan tanganku, anata.”
Seringai lelaki itu menjawabnya—dengan mengecap bibirnya sendiri, Toirumi berkata, “Memangnya aku mau—lagipula aku belum benar-benar main lho.”
“ECCHI!”
Toirumi menghentikan omelan itu dengan sebuah kecupan ringan di bibir. Sehingga semua kata-kata yang keluar tak mampu terucapkan maupun tertangkap oleh telinga. Lalu tatapan serius menguar dari kedua indera pengelihatan lelaki itu.
“Akiko… aishimasu ka?”
Dan Akiko tersenyum, “…tentu saja.”

Lalu selanjutnya, dibalik kaca jendela, di mana rembulan yang tersenyum malu—tertutup awan malam yang biru gelap menyala, ia menatap kedua makhluk Tuhan yang paling berakal itu saling bertukar tatap dan memutuskan kontak mata—lalu menyambungkan koneksi-koneksi yang terputus itu dengan suara hati. Lewat pagutan-pagutan hangat dan tangan yang saling mengisi.
…seolah tak mau berhenti. Seolah tak mau waktu berjalan menghampiri.
.
.
Dan dalam pemakaman hari itu. Dalam terik, dalam delapan Mei yang begitu kejam merampas Toirumi,  dan dalam balutan warna hitam yang senada dengan puluhan orang lainnya; Akiko bisa menyaksikan tubuh itu—dalam balutan putih yang suci, dalam peti hitam—terkubur perlahan hingga tak terlihat lagi.

Mendadak, rasa manis di bibirnya terkecap lagi. Ia ingin mengecup bibir itu sekali lagi, merasakan lidahnya bermain hingga liur-liur menetes melalui sudut bibir menuju dagunya. Ia rindu semuanya, kata-kata dalam bahasa Jepang, ucapan cinta yang tak kunjung pupus, teriakan yang membuat telinganya merah, dan tidak lupa segala yang lelaki itu tuangkan dalam dadanya yang kini begitu hampa.
(kecupan hari itu adalah yang terakhir untuk mereka—untuk Toirumi, dan terutama untuk Akiko.)

Akiko tidak pernah tahu mengapa kesedihan (yang terasa asin di bibir itu) tidak menyapanya sejak mendengar bermacam berita yang membuat lidahnya kelu—kaku. Ia tidak pernah mengerti mengapa hari ini begitu kejam—delapan Mei yang cerah untuk kematian lelaki yang begitu dicintainya—delapan Mei dimana enambelas tahun yang lalu lelaki itu hadir di dunia ini dan ditakdirkan untuknya. Ia bersumpah, ini adalah hari terburuk dalam hidupnya yang kini terasa begitu sempit—sementara dunia begitu luasluasluas.
(tentu saja, tidak akan ada lagi kata-kata yang menyahuti suaranya, tidak akan ada lagi Toirumi di sisinya—di sampingnya, menyelimuti tubuhnya yang kedinginan. Selamanya.)

Dan setelah semua orang, Akiko memaksakan lengkungan terbentuk di wajahnya—ia tahu bahwa Toirumi tidak pernah suka wajahnya yang bulat itu cemberut atau terlihat tak menyenangkan—lalu, sebuket lili putih tanda duka cita, sebuket mawar untuk cinta, enam belas mawar putih untuk delapan mei, dan setangkai edelweiss untuk memori yang terkenang selamanya—tidak lupa sebuah kotak berpita merah, terbungkus rapi, Akiko letakkan di atas marmer keabuan yang menjulang itu.

Dengan sebuah nama yang terapal berulangkali dari bibirnya yang sekian kali bersatu dengan bibir pria itu—Akiko hanya mengucap, dalam bahasa yang mereka pakai sebagai khas mereka sampai kapanpun untuk menutupi segalanya.
Otanjoubi omedettou, ne, watashi no koibito, watashi no hatsukoi. Kimi o aishiteru, ne.

Ia hanya berharap cinta—kata-kata busuk yang telah mewarnai hari-hari mereka—akan mekar menjadi harapan yang bersemi; suatu saat ketika mereka bertemu lagi.
“…rest in peace, Hatsukoi. Anata wa, watashi no mikata dakara,” sepi dan sunyi menyapa, “…ne?”

Ya, hanya itu saja.
—ends—

Ayo lanjut bacanyaaa~ >> Side Story:Another Phase of Euthanasia

Kamis, 26 April 2012

Tugas lalalala





Ohisashiburi desu, ne, Minna :D

Yap, akhirnya setelah sekoan lama gue nulis lagi sambil nonton On The Sp*t pada malam Jum'at yang mayan serem juga ahaha.... *merinding* *orz*

LOL, what'll I say? OK, gue amat sangat terkejut ketika ulangan dadakan teori olahraga, nilai gue secara luar biasa adalah...84! #tawanista
Bagi yang sudah sering baca blog gue, mungkin tau kalo ternyata gue yang gembrot ini musuh besarnya adalah pelajaran olahraga orz... Dan olahraga, gue berhasil mengalahkan lo! AHAHAHA #plak

Lalu, beberapa hari terakhir ini gue terserang radang tenggorokkan yang luar biasa menjengkelkan, yang bikin suara gue yang sudah nista ini jadi makin nista #jder
aih cakep sekali. andai oniichan seperti ini TAT
Ini diawali dengan suatu malam dimana gue sedang tiduran, terus bangun dan ditawari oleh otou-san gue bihun pedes (yang notabene gue tambah cabe lagi) sama gorengan berminyak dengan sambel yang alamak mantep pedasnya. kemudian gue kembali tiduran di kasur, dan udara yang dingin---jadilah gue mempunyai suara kecil yang rada-rada serak == sampe gue nulis ini gue masih batuk-batuk loh -_-

Dan gue mau cerita apa lagi? Oia, gue ada pesan topinya naoto shirogane dan harga P-O-nya 180 rb+ongkir 39 rb. alamak, demi orang di sana apa sih yang ngga? #jduk

Next, akhir-akhir ini gue juga sering ditinggal sama emak karena tante gue lagi sakit di samarinda. Well, minggu tanggal 29 ini juga gue bakal pergi ke samarinda untuk seleksi pertukaran pelajar (baca beberapa posting
topinya kayak naoto itu loh...
sebelumnya). Doain yah!

Shikashi, tugas gue juga lagi banyak-banyaknya. Gue list yah :
1. Tugas makalah olahraga (karena nilai gue kurang 5 kemaren -_-)
2. Makalah Seni (entah ini gue kagak ngerti tentang apaan)
3. Gambar bangunan berseni lama
4. Tugas matematika (yang sebenarnya udah dikerjain tapi udah dikumpul, terus disuruh nulis ulang--gue aja ga inget soalnya apaan itu--pitagoraspitagoras gitu dah)
5. Ngeditin videonya temen (english)
6. Tugas website yang harus dikumpul kamis depan... TEDAK! #langsunggalau

beteweh itu aja dulu yah, gue mesti ngedit-ngedit dulu nih. Oia, berhubung link osanajiminya broken kemaren, jadi gue harus download ulang yang 10 part T_T

Lalala. dadah dulu yah dadadaaaah :D

P.S : Oniichaaaaan, daisuki da yo! Aku sayang kamu, N :D
Ayo lanjut bacanyaaa~ >> Tugas lalalala

Jumat, 13 April 2012

UTS oh UTS~



Hai hai hai, gue balik hehe. Berhubunng gue amat sangat rajin bawa laptop ke sekolah, jadi ya sekalian aja dimanfaatin, daripada gak kepake :D
Dan btw, meski sebenarnya gue ribet (karena laptop gue yang satu ini sudah aus baterainya dan sudah lola sekali, saudara sekalian), tapi ya gue pengen aja bawa gitu. soalnya menyenangkan(?) hahaha
Dan bawa laptop berarti membuat gue bisa mengopi banyak data kalo misalnya lagi butuh (dan meski sebenarnya masih harus bergantung sama Harddisk External gue yang tercinta itu sih hehehe). Dan, entah kenapa kalau udah dapet colokan, udah deh, tinggal inetan dengan bahagia (meski kadang gue bingung banget mau ngapain, pas udah ga ada internet baru inget mau ngapain -_-)

Oke, oke, jadi hari ini nih gue bakal bagi hasil MID Semester. Gue yakin ada pasti nilai gue yang merah merah cantik gimana gituh yaa >w< #koksenengcoba
Soalnya kan UTS dadakan dan kadang engga ada jadwalnya, oke ngaku, gue emang kumatan--tapi sumpah gini-gini gue juga ga bego-bego banget untuk sadar bahwa beberapa mata pelajaran UTSnya nampak seperti soal Dewa.
Serius, kalau memang itu soal bisa gue jawab pake lirik lagu, pasti udah gue jawab coba pake tuh lirik.
Mau tau pelajaran apa sajakah itu?
1. Geografi
=> Alamak! Gila, biarpun soalnya itu pilihan ganda (yang secara otomatis bisa cap-cip-cup-kembang-kuncup atau pake itungan kancing atau malah baca alfatihah sambil menghitung itu a-e) soalnya tingkat DEWA banget menurut gue. Ada beberapa materi yang sesungguhnya tidak gue baca. Kenapa? Karena materi itu ada di dalam makalah. Dan bayangkanlah. Apabila gue membaca satu makalah (yang hitunglah paling sedikit 10 halaman) dikalikan 6 makalah dan ditambah lagi materi dari buku (yang bisa aja keluar sewaktu-waktu; memang gue bisa inget? Selain itu ada juga faktor guru yang bikin agak ribet. Karena...yah guru pelajaran yang satu ini sangat sibuk. Dan kebetulan juga pembimbing olimpiade kebumian. Oke oke oke. Temen gue yang kebumian aja bilang ini soal ini ribet sekali saudara...
2. Kimia
=> Sejujurnya, nilai gue waktu masih di X-9 dulu, nilai gue sangat diatas garis kemiskinan. Nah, ini. Entahlah. sekelasan kata bapaknya yang kebetulan juga wali kelas gue ini...sama sekali tidak memuaskan. Ya gitu deh. -__-'' Disaat gue belajar reaksi redoks dan elektrolit, nah guru gue mengeluarkan soal stokiometeri yang dibuat agak ribet. Ya, teman-teman gue yang pinter kimia bahkan bilang kalo misalnya itu gak pernah diajarkan sebelumnya. Bagus.
3. Sosiologi
=> Nah, yang ini? Gue sudah tau nilai gue dan pasti merah dong ahahaa~ 68 mamen! Banyak banget nama yang keluar. Dan ga sampe 10 orang di kelas gue yang dapat nilai diatas garis batas kemiskinan itu. Wahaha~ dan ketika tahu ini, kita semua berteriak bahagia. Serius. Jadinya kita yang dapet nilai di bawah ini sangat tidak apatis dong(?) (beneran loh)
4. Ekonomi
=> Sebenarnya gue ga begitu khawatir, cuma karena ketularan teman-teman gue yang duluan mengontaminasi gue dengan : "Eh kayak mana nah, merah nih T.T Meraaaaaah!" dan gue jadi ikut-ikutan khawatir! Gila. Hm, memang sih gak bisa dibilang gak mungkin juga gitu. Soalnya, notabene, ada 5 biji pertanyaan. Dan salah satu hitungannya dengan bejadnya ibunya mengaku pernah mengajarkan, padahal tidak! Dan meski dikasi bocoran rumus, gue masih lalala juga gitu. Belom lagi di salah satu bagan struktur itu gue salah satu kalimat dan berakibat fatal (kayaknya sih). Dan di soal terakhir kok gue ngerasa kalau penjelasan gue gak pas. Alala ~.~ doakan sajalah yaa... Jadi pesimis gara-gara kebawa-bawa nih ._.

Nah, acara bagi rapornya mungkin beberapa saat lagi, jadi gue hanya berharap kalau nilai gue tidak lebih jelek dari yang tahun lalu. Tapi untuk selebihnya gue yakin kok. Terutama buat bahasa jepang, TIK, matematika dan bahasa indo gue. Alhamdulillah (kayaknya) semuanya diatas 90 (untuk sementara ini, gue tahu nilai bahasa indo gue 92, matematika 100, TIK 90, untuk bahasa jepang meski belum tau, gue optimis). Sisa pelajaran yang lain sekitar 80-an lah. Fisika dll juga.
Kalo olahraga gausah ditanya lah -__- gue lemah banget di pelajaran yang satu ini alamak. Mampuslah gue. Mendingan gue bikin makalah berpuluh biji deh daripada disuruh jumpalitan atau lompat-lompat dari palang. Gue--yah, kalo dia temanya itu kayak ke hutan atau berkemah atau apa gitu yang bau-baunya outdoor gue masih suka. Tapi kalau dia kebanyakan praktek, oh goodbye days~ #digampar

Sore ini gue juga ada UH Fisika tentang Optik :) Jadi doakan saja. Berhubung itu materi udah pernah gue baca, jadi gue cuma perlu memantapkan dan merefresh pikiran gue dengan rumus dan teorinya :) doakan yah :)

Sepertinya segitu aja dulu yah. Gue mau mempersiapkan mental. Oh iya, gue publish fic di Ffn! Link selanjutnya dah gue kasih! :D

Dan gue tidak jadi pesan baju cosu berhubung uangnya itu diperlukan untuk bikin kue dan beli sesuatu... Mungkin bulan depan atau bulan depannya lagi baru bisa gue PO :)

See ya, reader!

***
p.s : n, aku sayang kamu. sayang banget sama kamu :') meski kamu gak dengar. Aku sayang banget sama kamu :') Semoga kamu baca posting ini ya :D
Ayo lanjut bacanyaaa~ >> UTS oh UTS~